Warga Desa Tadang Palie Kesulitan Air bersih
LAMELLONG POS WATAMPONE - Sebanyak 350 Kepala Keluarga (KK) di dusun Awo Desa Tadang Palie Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone masih kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya Desa yang berada di dataran tinggi ini tidak terdapat sumber mata air yang bisa dikelola sehingga warga terpaksa membeli air bersih guna memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Kepala Desa Tadang Palie, Andi Mappakaya Amir mengunkapkan bahwa pihaknya bersama dengan pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan air bersih salah satunya melalui sambungan pipa ledeng dari desa tetangga sejauh 5 kilometer dari tempat warga mengambil air, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.
"Bayangkan, jika warga dusun awo itu yang notabenenya warga miskin tidak bisa membeli air dia turun langsung berjalan kaki dengan waktu sampai 1-2 jam. Dan saya sebagai kepala desa sudah tidak tahu kemana lagi bisa mendapatkan bantuan ini," kata Andi Mappakaya Amir, Jumat, (28/6/2013).
Ia menambahkan, bahwa air menjadi kebutuhan pokok yang sangat mendasar bagi warganya sangatlah dibutuhkan, salah satu solusi yang ia tawarkan ke pemerintah yakni dengan jalan bantuan pengadaan mobil tangki air, guna mengankut air bersih setiap harinya ke warga yang membutuhkan.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Bone, Andi Pahrum Pawi, mengatakan bahwa kondisi Desa Tadang Palie memang termasuk desa yang membutuhkan air bersih dan hal tersebut sudah masuk dalam laporannya. Hingga demikian, untuk tahun 2014, Spam air bersih akan dianggarkan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai upaya pemerintah dalam memenuhi program Millenium Development Goals (MDGs).
"Usulan anggaran pengadaan air bersih memakan cukup dana yang sangat besar hingga kita meminta bantuan dari pemerintah pusat dan kita juga akan melakukan uji sumur pengeboran karena jangan sampai tidak ada sumber mata airnya," jelasnya.
Kepala Desa Tadang Palie, Andi Mappakaya Amir mengunkapkan bahwa pihaknya bersama dengan pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan air bersih salah satunya melalui sambungan pipa ledeng dari desa tetangga sejauh 5 kilometer dari tempat warga mengambil air, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.
"Bayangkan, jika warga dusun awo itu yang notabenenya warga miskin tidak bisa membeli air dia turun langsung berjalan kaki dengan waktu sampai 1-2 jam. Dan saya sebagai kepala desa sudah tidak tahu kemana lagi bisa mendapatkan bantuan ini," kata Andi Mappakaya Amir, Jumat, (28/6/2013).
Ia menambahkan, bahwa air menjadi kebutuhan pokok yang sangat mendasar bagi warganya sangatlah dibutuhkan, salah satu solusi yang ia tawarkan ke pemerintah yakni dengan jalan bantuan pengadaan mobil tangki air, guna mengankut air bersih setiap harinya ke warga yang membutuhkan.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Bone, Andi Pahrum Pawi, mengatakan bahwa kondisi Desa Tadang Palie memang termasuk desa yang membutuhkan air bersih dan hal tersebut sudah masuk dalam laporannya. Hingga demikian, untuk tahun 2014, Spam air bersih akan dianggarkan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai upaya pemerintah dalam memenuhi program Millenium Development Goals (MDGs).
"Usulan anggaran pengadaan air bersih memakan cukup dana yang sangat besar hingga kita meminta bantuan dari pemerintah pusat dan kita juga akan melakukan uji sumur pengeboran karena jangan sampai tidak ada sumber mata airnya," jelasnya.
(Sumber : Bone Pos)

Post a Comment