Sungai Walanae Meluap, Ratusan Rumah di Wajo Terendam Banjir
| Rumah warga di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, terendam banjir (Foto : Amnar Wajo) |
Lamellong Pos, Ratusan rumah yang tersebar di empat Kelurahan di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan terendam banjir akibat meluapnya sungai Walanae, Senin (1/7/2013). Banjir juga menyebabkan ratusan hektar tanaman padi dan jagung terancam gagal panen.
Hujan yang mengguyur Kabupaten Wajo sepekan terakhir ini menyebabkan sungai walanae meluap, akibatnya ratusan rumah terendam banjir ,ratusan rumah ini tersebar di empat Kelurahan di Kecamatan Tempe, yakni Kelurahan Laelo, Salomengraleng , Watalipue dan Matirotappareng.
Selain merendam ratusan rumah, banjir ini juga menyebabkan ratusan hektar tanaman padi dan jagung terancam gagal panen, selain itu warga juga mengaku resah akan penyakit yang ditibulkan oleh banjir itu seperti influensa, diare yang saat ini sudah dialami oleh sejumlah warga.
Warga korban banjir ini berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi banjir tersebut agar tidak terjadi lagi pada pemukiman mereka, pasalnya banjir ini sendiri telah menjadi langganan pemukiman mereka setiap tahunnya.
Menurut warga, banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai walenae yang tak sangup menampung air hujan dan kiriman banjir dari sidrap dan soppeng. " Banjir terus ini akan terus terjadi bila danau tempe tidak ditambah kedalamanya, olehnya itu pemerintah harus memperhatikan nasib warga yang terendam banjir," " ungkap Laupe salah satu warga yang pemukimanya terendam banjir. kepada Bonepos. Senin (1/7/2013)
Ia berharap baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar serius mencari jalan keluarnya agar masyarakat tidak lagi menjadi langganan banjir setiap tahunnya jika musim hujan tiba.
Hujan yang mengguyur Kabupaten Wajo sepekan terakhir ini menyebabkan sungai walanae meluap, akibatnya ratusan rumah terendam banjir ,ratusan rumah ini tersebar di empat Kelurahan di Kecamatan Tempe, yakni Kelurahan Laelo, Salomengraleng , Watalipue dan Matirotappareng.
Selain merendam ratusan rumah, banjir ini juga menyebabkan ratusan hektar tanaman padi dan jagung terancam gagal panen, selain itu warga juga mengaku resah akan penyakit yang ditibulkan oleh banjir itu seperti influensa, diare yang saat ini sudah dialami oleh sejumlah warga.
Warga korban banjir ini berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi banjir tersebut agar tidak terjadi lagi pada pemukiman mereka, pasalnya banjir ini sendiri telah menjadi langganan pemukiman mereka setiap tahunnya.
Menurut warga, banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai walenae yang tak sangup menampung air hujan dan kiriman banjir dari sidrap dan soppeng. " Banjir terus ini akan terus terjadi bila danau tempe tidak ditambah kedalamanya, olehnya itu pemerintah harus memperhatikan nasib warga yang terendam banjir," " ungkap Laupe salah satu warga yang pemukimanya terendam banjir. kepada Bonepos. Senin (1/7/2013)
Ia berharap baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar serius mencari jalan keluarnya agar masyarakat tidak lagi menjadi langganan banjir setiap tahunnya jika musim hujan tiba.
(Bone Pos)
Post a Comment