Mahasıswa Desak kapolres Bone dı Copot
Watampone.Lamellongpos - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone, Rabu (20/08/2014), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Bone, mendesak agar Kapolres Bone dicopot, lantaran dinilai tidak mampu menuntaskan sejumlah kasus di Bone.
Mereka meminta agar anggota legislatif Bone yang baru seminggu dilantik itu untuk mendukung pihaknya untuk mendesak Kapolda Sulawesi Selatan mencopot Kapolres Bone AKBP Ja'Far Sodiq dari jabatannya karena dinilai sudah tidak mampu menuntaskan sejumlah kasus di Bone serta tidak transparan dalam mengusut kasus korupsi.
Koordinator lapangan IMM Bone Jumardi dalam orasinya mengatakan, di saat intitusi kepolisian kini sedang melakukan reformasi untuk meningkatkan kinerjanya, namun aparat Kapolres Bone, melakukan hal yang sebaliknya.
"Kami menilai, Kapolres bekerja tidak lagi sesuai dengan slogan Polri, untuk itu kami minta beliau dicopot dari jabatannya," teriak Jumardi dihadapan Anggota DPRD Bone yang hadir menerima aspirasi mahasiswa.
Selama ini, kata Jumardi, Kapolres Bone sudah tidak mampu lagi menegakkan hukum di wilayah Bone seperti penuntasan kasus perampokan disertai kekerasan serta kasus korupsi pengaddan mobil Dinas Camat. Karena itu, kata Dia sudah sewajarnya beliau di copot agar penegakan hukum di Bone bisa berjalan baik.
"Banyak kasus yang hingga kini belum diusut tuntas oleh pihak Polres Bone, misalnya, Pengadaan mobil Dinas Camat, Dugaan pemalsuan Anggota Komisioner KPU Bone, pemberantasan judi kupon putih, pemalsuan ijazah Anggota DPRD, Kasus dokumen Vidusia, hingga kasus penembakan warga sipil yang menggunakan sejata api milik oknum Kepolisian," sebut Jumardi.
Sementara itu, empat anggota DPRD, Rudianto Amunir, Abdul Rahman, Andi Yusuf Akbar dan Rusdi yang bertemu para pendemo, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya mahasiswa dalam rangka penegakan hukum yang baik di Bone.
"Kami sangat mendukung usaha adek-adek mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Selanjutnya apa yang ade-adek suarakan ini, akan kami bicarakan dulu, karena hingga saat ini, kelengkapan di DPRD belum rampung, sehingga kami sebatas menampung apa yang menjadi keinginan adek-adek," ungkap Rudianto.
Penulis : Admın
LamellongPos
Mereka meminta agar anggota legislatif Bone yang baru seminggu dilantik itu untuk mendukung pihaknya untuk mendesak Kapolda Sulawesi Selatan mencopot Kapolres Bone AKBP Ja'Far Sodiq dari jabatannya karena dinilai sudah tidak mampu menuntaskan sejumlah kasus di Bone serta tidak transparan dalam mengusut kasus korupsi.
Koordinator lapangan IMM Bone Jumardi dalam orasinya mengatakan, di saat intitusi kepolisian kini sedang melakukan reformasi untuk meningkatkan kinerjanya, namun aparat Kapolres Bone, melakukan hal yang sebaliknya.
"Kami menilai, Kapolres bekerja tidak lagi sesuai dengan slogan Polri, untuk itu kami minta beliau dicopot dari jabatannya," teriak Jumardi dihadapan Anggota DPRD Bone yang hadir menerima aspirasi mahasiswa.
Selama ini, kata Jumardi, Kapolres Bone sudah tidak mampu lagi menegakkan hukum di wilayah Bone seperti penuntasan kasus perampokan disertai kekerasan serta kasus korupsi pengaddan mobil Dinas Camat. Karena itu, kata Dia sudah sewajarnya beliau di copot agar penegakan hukum di Bone bisa berjalan baik.
"Banyak kasus yang hingga kini belum diusut tuntas oleh pihak Polres Bone, misalnya, Pengadaan mobil Dinas Camat, Dugaan pemalsuan Anggota Komisioner KPU Bone, pemberantasan judi kupon putih, pemalsuan ijazah Anggota DPRD, Kasus dokumen Vidusia, hingga kasus penembakan warga sipil yang menggunakan sejata api milik oknum Kepolisian," sebut Jumardi.
Sementara itu, empat anggota DPRD, Rudianto Amunir, Abdul Rahman, Andi Yusuf Akbar dan Rusdi yang bertemu para pendemo, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya mahasiswa dalam rangka penegakan hukum yang baik di Bone.
"Kami sangat mendukung usaha adek-adek mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Selanjutnya apa yang ade-adek suarakan ini, akan kami bicarakan dulu, karena hingga saat ini, kelengkapan di DPRD belum rampung, sehingga kami sebatas menampung apa yang menjadi keinginan adek-adek," ungkap Rudianto.
Penulis : Admın
LamellongPos
Post a Comment