MASJID SEBAGAI SARANA UTAMA BAGI UMMAT ISLAM DI DUNIA"
Ilustrasi foto masjid
"Masjid adalah lambang kewajiban Sholat lima waktu bagi Ummat muslim dan merupakan
monumen kebesaran agama Islam di dunia ini,seperti yang di angkat dari kisah sejara Rasulullah SAW,,
setelah unta tunggangan Rasulullah SAW berhenti di suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan shalat,Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad bin Zurârah.
di tempat inilah Rasulullah SAW membangun Masjid pertama saat berhijrah ke Madina yakni mesjid Nabawi.
Tersebut dalam sejarah mesjid ini dibangun menggunakan bebatuan, lumpur, batang kurma, dan dedaunan pohon kurma.
Awalnya, luas masjid itu sekitar 60 x 70 hasta (sekitar 30 x 35 meter).
Rasulullah menghadapkan masjid itu ke arah Baitul Maqdis sebagai kiblat pertama orang Islam.
Pembangunan masjid ini selesai dalam waktu yang cukup singkat.
Setelah itu, kaum Muslimin pun melaksanakan shalat di dalamnya dan diimami langsung oleh Rasulullah.
(sumber : REPUBLIKA.CO.ID)
Disisi lain mesjid yang kita kenal sebagai mesjid terbesar di Benua Asia yakni Mesjid Istiqlal Jakarta
yang didirikan pada masa Pemerintahan Soekarno Hatta tahun 1953. merupakan Mesjid kebanggaan warga Indonesa.
Kini berdiri kokoh atas lahan 12 hektare Bangunan masjidnya sendiri seluas 7 hektare,
dengan luas lantai 72.000 meter persegi, dan luas atap 21.000 meter persegi.
Namun siapa sangka di balik pembangunan mesjid Istiqlal ini menyimpan sajarah unik yang patut
kita kenang dan pahami bersama sebagai warga Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
Diawal pembangunan mesjid ini Bung Karno terpaksa harus berbeda pendapat dengan Hatta.
Bung Karno menghendaki, Istiqlal didirikan di atas taman Wilhelmina
lokasi bekas benteng Belanda Frederick Hendrik yang dibangun Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834.
Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid di Jalan Thamrin. Alasan Hatta,
karena lokasi itu dikelilingi kampung. Tidak seperti lokasi taman Wilhelmina yang relatif jauh dari permukiman.
Selain itu Hatta juga menganggap pembongkaran benteng Belanda memerlukan waktu yang tidak sebentar,dan dana yang tidak sedikit.
Bung Karno tetap pada pilihannya. Ia melandaskan pada filosofi makna “merdeka”.
Istiqlal yang bisa diartikan kebebasan, atau kemerdekaan, sangat tepat jika didirikan di atas taman Wilhelmina.
Sebab, Ratu Belanda Wilhelmina sebagai representasi penjajahan di bumi Indonesia,
menurut Bung Karno, harus dihancurkan, dimusnahkan, dan diganti masjid bernama “kebebasan”,Istiqlal.
Simbol dan pemaknaan ini yang membuat siapa pun akhirnya menyetujui sikap dan pilihan Bung Karno.
LAPORAN : EDINAHARTO DARI DESA PANYILI KECAMATAN DUA BOCCOE KABUPTEN BONE
LAMELLONGPOS,WATAMPONE,--Sebagaimana yang di sebut dalam Pucture di atas
masjid merupakan sarana utama bagi ummat islam di dunia.
hal inilah yang mendasari warga Desa Panyili Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone.
Desa yang terletak dibagian Utara kota Watampone dengan penduduk berkisar kurang lebih 2000 jiwa
terdiri dari 4 (empat) dusun yakni Dusun I Werang,II LompoE,III Along,dan IV Attang Kalung.
Desa yang memiliki sarana lengkap termasuk tempat ibadah masjid yang salah satunya terletak di dusun II LompoE.
Masjid ini di beri nama Jamiul Mu'Minin di bangun tahun 60an pada masa pemerintahan sebelumnya. Masa yang cukup lama sudah tentu sebagian dari pada bangunan mesjid ini tidak memungkinkan lagi untuk di pakai dan membutuhkan rehabilitasi guna kenyamanan dalam melaksanakan ibadah sholat bagi masyarakat sekitar.
Dengan antusias masyarakat dan dukungan Pemerintah setempat perencanaan rehabilitasi masjid Jamiul Mu'Minin ini berjalan secara musyawarah dengan kesepakatan sebagai sumber dana dari partisipan dan sumbangsi masyarakat Desa, hasil keputusan dalam musyawarah menetapkan sumbangan pada masyarakat bertingkat sesuai dengan kondisi jenjang sosial perekonomian masyarakat setempat.
Sebagai Bendahara keuangan A.Rustam AM. yang juga merupakan Imam Desa Panyili di temui Wartawan Lamelongpos.com, seusai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1435 H di lapangan kemarin(05/10/2014 )menuturkan dana yang saat ini terkumpul sudah lebih 100 juta ini merupakan sebagian hasil kotak amal pada bulan puasa kemarin dan juga sumbangan warga masyarakat.
Lebih lanjut A.Rustam juga mengatakan kalau pembangunan masjid ini akan berjalan secara bertahap nantinya sesuai kesepakatan dalam rapat musyawarah bulan kemarin mengigat anggaran yang akan kita gunakan cukup besar di perkirakan pembangunan masjid ini akan menelan biaya sekitar Rp 1 Milliyar lebih karna ini bukan hanya sekedar Rehap biasa bahkan masjid ini nantinya akan di bangun lebih
besar lagi dengan desain dan RAB (Rancangan Anggaran Belanja)yang sudah ada, jelasnya.
PENULIS : EDINAHARTO
Dengan antusias masyarakat dan dukungan Pemerintah setempat perencanaan rehabilitasi masjid Jamiul Mu'Minin ini berjalan secara musyawarah dengan kesepakatan sebagai sumber dana dari partisipan dan sumbangsi masyarakat Desa, hasil keputusan dalam musyawarah menetapkan sumbangan pada masyarakat bertingkat sesuai dengan kondisi jenjang sosial perekonomian masyarakat setempat.
Sebagai Bendahara keuangan A.Rustam AM. yang juga merupakan Imam Desa Panyili di temui Wartawan Lamelongpos.com, seusai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1435 H di lapangan kemarin(05/10/2014 )menuturkan dana yang saat ini terkumpul sudah lebih 100 juta ini merupakan sebagian hasil kotak amal pada bulan puasa kemarin dan juga sumbangan warga masyarakat.
Lebih lanjut A.Rustam juga mengatakan kalau pembangunan masjid ini akan berjalan secara bertahap nantinya sesuai kesepakatan dalam rapat musyawarah bulan kemarin mengigat anggaran yang akan kita gunakan cukup besar di perkirakan pembangunan masjid ini akan menelan biaya sekitar Rp 1 Milliyar lebih karna ini bukan hanya sekedar Rehap biasa bahkan masjid ini nantinya akan di bangun lebih
besar lagi dengan desain dan RAB (Rancangan Anggaran Belanja)yang sudah ada, jelasnya.
PENULIS : EDINAHARTO
EDITOR : RUZ

Post a Comment